A. Kandungan nutrisi dan energi kurma
Kurma adalah salah satu buah-buahan yang kandungan energinya sangat tinggi, 3000
Kcal/kg [1] dengan total gula antara 73.8 - 79.1 % bergantung kepada jenis
kultivarnya. Kadar gula tersebut terdri dari gula pereduksi sebesar 35 - 40.9 %
berat kering (bk) pada kurma yang dikeringkan [1] dan kandungan sukrosa berkisar
32.1 - 45.0 %. Gula yang terdapat pada kurma tersebut, secara kimiawi, terdri
dari sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Sukrosa sendiri merupakan gula disakarida,
termasuk kategori gula sederhana, yang dibentuk dari glukosa dan fruktosa [1,6].
Dalam literatur lain disebutkan, kurma dewglet noor mengandung 75g total gula
dalam 100g produk [2].
B. Karbohidrat
B.1 Karbohidrat kompleks
Maksud dari karbohidrat kompleks adalah polisakarida, dimana rantai penyusunnya merupakan gabungan dari monosakrida dalam jumlah banyak. Beberapa karbohidrat kompleks diantaranya amilopektin, glikogen, dan selulosa [9]. Amilopektin adalah karbohidrat yang penting bagi penentuan derajat pulen dari beras, sementara glikogen merupakan bentuk polisakarida sumber energi yang tersimpan disela-sela tubuh manusia. Selulosa, bagi manusia, sukar untuk dicerna, karena ketiadaan enzim yang membantu proses pencernaannya. Berkaitan dengan karbohidrat kompleks, kita mengenal dua istilah: crude fiber dan dietary fiber. Crude fiber adalah serat yang tidak larut dalam asam atupun basa, sedangkan dietary fiber adalah yang larut dalam salah satu jenis pelarut tersebut.
Peranan utama dari kedua jenis serta ini adalah dalam hal membantu pencernaan.Dimana serat terlarut akan meningkatkan kadar air, membantu menurunkan kadarkolesterol dalam level tertentu, dan membantu memudahkan konstipasi (buang airbesar), Sementara insoluble fiber akan membantu menurunkan prevalensi penyakitkanker kolon (usus besar) [11].
B.2 Karbohidrat sederhana
- Sukrosa
Disakarida ini merupakan salah satu gula yang paling mudah dicerna oleh tubuh,sehingga menjadi sumber energi yang cepat diakses. Sukrosa akan meningkatkangula darah dalam waktu singkat setelah di konsumsi. Energi yang terkadung didalam sukrosa adalah 4 Kcal/g. Dalam banyak penelitian, sukrosa sering sekalidihubungkan dengan obesitas dan resistansi insulin [6].
- Glukosa
Seperti halnya sukrosa, monosakarida pembentuk sukrosa ini merupakan salah satukarbohidrat yang penting bagi sel. Glukosa menghasilkan 4 Kcal/g dan kadarglukosa dalam darah ini dikontrol langsung oleh insulin [7].
- Fruktosa
Fuktosa juga merupakan gula sederhana, monosakarida. Pada umumnya, monosakaridaini diasosiasikan dengan gula yang berasal dari buah-buahan. Dalam darah,kenaikan kadar gula yang disebabkan oleh fruktosa adalah 78% dari kenaikan yangsama yang disebabkan oleh glukosa. Studi lanjut fruktosa menyebutkan adanyapeningkatan obesitas pada tikus yang mengkonsumsi fruktosa [8].
B.3 Kurma dan kandungan karbohidratnya
Seperti yang telah dibahas pada III.A. Kurma ternyata terdiri dari sukrosa,
glukosa dan fruktosa. Dalam hal ini, kurma merupakan sumber energi yang sangattinggi dan sangat mudah diakses. Sukrosa pada kurma dan gula tebu (sugar cane)tidak ada bedanya, sehingga asumsi bahwa kurma berbeda dengan gula dengansendirinya menjadi gugur. Dalam kenyataannya, Iranagrofood [10] membuat feasibility study yang menyebutkan
gula cair (setara gula cair tebu) dapat diproduksi dari kurma dengan
perbandingan kurang dari 1:2.
C. Kurma manisan dan segar
Kurma dipasarkan dalam tiga bentuk: basah, semi-kering, dan kering [1,5]. Dalamperdagangan kurma, nama-nama yang dikenal adalah deglet noor atau mejool, hayani, dan bahri [5]. Dalam produksinya, dikarenakan kadar gula yang sudahsangat tinggi, kurma tidak perlu lagi ditambahkan gula. Dalam pemrosesan kurma, yang terpenting adalah menjaga kadar air, temperatur, dan kontaminasi awal darimikroba. Kurma dapat dengan mudah terfermentasi menjadi alkohol pada kadar air
sekitar 24 % [1].
D. GI dari kurma
Indeks glikemik (Glycemic index, GI) kurma dalam beberapa pembahasan disebutkansebagai salah satu dari grup buah-buahan yang paling tinggi. Menurut sebuahsumber [3], kurma kering memiliki indeks GI yang lebih tinggi (104) dibandingkandengan gula (100).
E. Berbuka puasa dengan kurma
Bahasan dalam hadits adalah: Berbukalah dengan kurma, kalau tidak ada kurmadengan air.Tidak panjang lebar dan memang bukan pada kesempatan ini untuk membahas sarah hadits ini, pertanyaan yang muncul adalah masalah memakan kurma, memakan makanan yang manis, meminum minuman yang manis apakah sama derajatnya.
Secara literal (bahasa), boleh jadi berbeda derajatnya antara yang disunahkandengan yang tidak disunahkan. Akan tetapi secara substansi, memakan kurma ibaratnya sama dengan memakan makanan berenergi tinggi (berkadar gula tinggi).
Dari aspek nutrisi, memakan kurma bermakna memakan makanan berenergi tinggi danmudah dicerna. Ada dua prasyaratnya: (i) berenergi tinggi (ii) mudah dicerna. Dalam hal energi, seperti yang telah disebutkan, kurma memiliki kadar energi 3000 Kcal/kg. Apabila Nabi SAW memakan kurma sebanyak 3 buah, maka menurut standar Codex [12] kurma medium (100 buah/500g) sebanyak 3 buah akan memiliki nutrisi pada kisaran 45 Kcal/kg. Masih secara nutrisi, teh yang dibuat satu gelas dengan 3 sendok makan gula pasir akan mengandung jumlah kalori yang sama [13]. Artinya secara nutritif, kandungan gula dalam 3 butir setara dengan 3
sendok teh gula pasir.